Jumat, 28 November 2014

Bercerminlah dalam berucap


Kita sebagai manusia kadang tidak bisa mengkontrol ucapan kita, bisa saja kata-kata yang kita keluarkan menyakiti hati orang lain dan kita tidak menyadari itu. Bukan maksud untuk menasehati atau mengurui,tapi mari kita coba renungkan bersama semua kata-kata yang telah mulut kita ucapakan.

Berfikir sebelum berucap, mungkin akan lebih membuat kita terlihat baik dimata orang lain, karena orang lain akan menilai kita melalui ucapan kita. Tidak dapat di pungkiri pepatah yang mengatakan “mulutmu harimaumu” itu bisa membawa beberapa pengertian tergantung dari diri kita untuk melihatnya dari sisi mana.

Mungkin sebaiknya kita mulai untuk menjaga lisan kita, pada saat tertentu “diam itu emas” mungkin akan sangat benar keadaanya. Jangan sampai kita termakan oleh omongan kita sendiri, dan parahnya lagi kita menjilat omongan kita sendiri. Bukan tidak boleh, tapi disini kita berbicara tentang penilaian orang lain terhadapkita, dan juga tentang cerminan diri kita.

Sudah seharunya kita bercermin untuk menjaga dan melindungi lisan kita juga penilaian orang lain terhadap kita. Karena bagi orang-orang tertentu yang sangat peka terucapan kita mereka akan berpikir panjang dan mempunyai banyak persepsi tentang diri kita, bagus kalo kita dapat nilaipositif dimata meraka, tapi bagaimana kalo sebaliknya?


Jawabanya ada pada diri anda, semua kembali keanda dalam menyikapi hal ini, karena bagi anda yang mempunyai penilaian berbeda akan berbeda pendapat pula dengan konteks ini. Sekarang marilah kita untuk berpikir dalam berucap, bercermin dalam berbicara, dan bertingkah laku sesuai ucapan yang baik yang kita keluarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar