Minggu, 30 November 2014

Gadget VS Permainan tradisional


BBM, Path,Instagram, mungkin itu adalah sebagian jejaring sosial yang biasa dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Tinggal pegang HP atau tablet, semua bisa dimainkan dengan mudah, dan cukup membuat yang lagi online lupa akan sekelilingnya. Asyik sendiri, ketawa-ketawa sendiri gak peduli sama orang yang di sekitarnya. Seolah membuat yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat. Interaksi sosial berkurang karena sibuk dengan gadget mereka.

Kita coba flashbackke zaman sekitar tahun 2000an,sebelum gadget menjadi trend, anak-anak pada zaman itu terbiasa dengan interaksi sosial dilingkungannya, karena mereka terbiasa bermain bersama. Masih ingat dengan permainan kelerang? Atau petak umpet? Dan masih banyak lagi permainan tradisional yang kini sudah mulai dilupakan oleh anak-anak zaman sekarang atau parahnya lagi mungkin mereka ga kenal sama sekali dengan permainan tradisional itu.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita sehari-hari, dengan teknologi kita bisa dengan mudah melakukan apa saja yang kita mau,tapi teknologi bisa membawa imbas buruk terhadap kita, mulai dari kurangnya interaksi dengan lingkungan, dan kecendrungan untuk selalu menyendiri  dan asyik dengan gadgetnya.


Dunia sekarang sudah berbeda, mereka yang masih bertahan dengan ketradisionalnya dinggapketinggalan zaman,bahkan bagi mereka yang hidup dikota, teknologi adalah segalanya.  Sekarang semua kembali pada kita pengguna, baik buruknya kita sendiri yang tentukan, kita boleh saja mengikuti perkembangan zaman, tapi jangan juga melupakan budaya tradisional ynag mempunya banyak nilai positif.

Badan Usaha

1.   Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan bentuk usaha antara lain : 
a.       Jenis usaha yang akan dilaksanakan
Jenis usaha yang akan dilaksanakan ( Jasa, Industri, Perdagangan, dan sebagaianya) berkaitan dengan produk yang akan dihasilkan.
b.      Jumlah modal usaha dan kemungkinan untuk menambah modal  tersebut.
Pada bentuk-bentuk badan usaha tersebut, terdapat kriteria atau persyaratan modal yang harus  ada yaitu besarnya jumlah modal usaha antara bentuk badan usaha yang satu dan bentuk badan usaha yang lain berbeda-beda. Maka, sebelum ditentukan bentuk badan usaha yang akan didirikan perlu diperhatikan jumlah modal usaha yang ada. 
Selain itu, perlu dipertimbangkan juga kemungkinan-kemungkinan untuk dapat menambah modal yang sudah ada. 
c.       Rencana pembagian laba
Pembagian laba pada antara bentuk usaha yang satu dan yang lain tidak sama. Untuk itu, pemilihan bentuk usaha harus mempertimbangkan rencana pembagian laba dari badan usaha tersebut.
d.      Penentuan tanggung jawab perusahaan 
Besarnya tanggung jawab dalam mengelolaan suatu badan usaha berbeda-beda tergantung pada bentuk badan usaha
e.       Penanggungan resiko yang akan di hadapi
besarnya kecilnya resiko yang harus di hadapi dalam mengelolah suatu badan usaha juga tergantung pada bentuk usaha yang dipilih.
f.       Prinsip-prinsip pengawasan yang akan di gunakan
prinsip-prinsip pengawasan dan luas sempitnya pengawasan yang akan digunakan menjadi pertimbangan dalam pemilihan bentuk badan usaha.
 g.  Perizinan dan peraturan dan perundang - udangan yang berlaku harus menggunaka bentuk usaha tertentu. Dalam hal perizinan, izin usaha pada bentuk usaha yang satu dan lain berbeda –beda.

2.   Kelebihan dan kekuranganPerseroan Terbatas

·         Kelebihan perseroan terbatas
1.      Dengan penjualan saham. Modal yang dikumpulkan relatif besar
2.      Kelangsungan kehidupan perusahaan terjamin.
3.      Dapat dengan mudah memperoleh kredit
4.      Pemimpin PT muda diganti apabila pimpinan kurang mampu
5.      Resiko kerugian ditanggung bersama-sama
6.      Kelangsungan usaha tidak tergantung pada umur pemimpin.
·         Kelemahan dalam perseroan terbatas:
1.      Pendirian PT lebih lama dan sulit bila dibandingkan dengan BUMS yang lain
2.      Hubungan antar pemegang saham kurang efektif
3.      Biaya pendirian PT lebih mahal
4.      Saham pada PT dapat diperdagangkan di pasar modal
5.      Tanggung tawab terbatas dapat menyebabkan pemegang saam kurang memerhatikan keadan badan usaha
6.      Tidak ada rahasia dalam penjualan.

3.   Beberapa badan usaha yang modalnya berasal dari pemerintah
• PT Bank Ekspor Indonesia
• PT Bank Mandiri Tbk
• PT Bank Negara Indonesia Tbk
• PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
• PT Bank Tabungan Negara
• PT Asuransi Jasa Raharja
• Perum Pegadaian
• PT Jasa Marga
• PT Jasa Marga
4.   Pengertian usaha yang tidak berbadana hukum dan ciri-cirinya serta beberapa contohnya.
Merupakan perusahaan yang dimiliki oleh perusahaan swasta, dapat berupa perusahaan perseorangan maupun perusahaan persekutuan. Contohnya : Perusahaan Perseorangan, Perskutuan Perdata, Firma, CV.
PERUSAHAAN BUKAN BADAN HUKUM  merupakan perusahaan swasta yang didirikan dan dimiliki oleh beberapa orang pengusaha secara kerja sama, jenis perusahaan ini dapat menjalankan usaha di bidang perekonomian (perindustrian, perdagangan, dan perjasaan).
Beberapa penjelasan singkat mengenai Perusahan Bukan Badan Hukum.
  1. Subjek hukumnya adalah orang-orang yang menjadi pengurusnya, jadi bukan badan hukum itu sendiri karena ia bukanlah hukum sehingga tidak dapat menjadi subjek hukum.
  2. Pada perusahaan bukan badan hukum, yang bertindak sebagai subjek hukum adalah orang-orangnya dan bukan perkumpulannya sehingga yang dituntut adalah orang-orangnya oleh pihak ketiga
  3. Harta kekayaan dalam perusahaan yang tidak berbadan hukum adalah dicampur, artinya bila terjadi kerugian/penuntutan yang berujung pembayaran ganti rugi /pelunasan utang maka harta kekayaan pribadi dapat menjadi jaminannya. Dengan kata lain, pertanggung jawabannya pribadi untuk keseluruhan
  4. Harta perusahan bersatu dengan harta pribadi para pengurus/anggotanya. Akibatnya kalau perusahaannya pailit, maka harta pengurus/anggotanya ikut tersita juga.
  5. Badan usaha yang bukan badan hukum adalah Perusahaan Perseorangan, Firma, CV.
Salah satu contoh Perusahan Bukan Badan Hukum adalah Perusahaan Perseorangan.
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Ciri dan sifat badan usaha yang tidak berbadan hukum :
- relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan
– tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi
– tidak ada pajak, yang ada adalah pungutan dan retribusi
– seluruh keuntungan dinikmati sendiri
– sulit mengatur roda perusahaan karena diatur sendiri
– keuntungan yang kecil yang terkadang harus mengorbankan penghasilan yang lebih besar
– jangka waktu badan usaha tidak terbatas atau seumur hidup
– sewaktu-waktu dapat dipindah tangankan.
Contoh perusahaan Badan usaha yang bukan berbadan Hukum adalah usaha kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti bengkel, binatu (laundry), salon kecantikan, rumah makan, persewaan komputer dan internet, toko kelontong, tukang bakso keliling, dan pedagang asongan.
5.. Bentuk dan tujuan penggabungan badan usaha
·       Bentuk penggabungan badan usaha
A.  MERGER
Definisi Merger
Merger adalah sebuah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang yang melakukan merger mengambil alih  semua assets dan liabilities perusahaan yang menjadi rekanan mergernya dengan begitu perusahaan yang melakukan merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru.

Kelebihan Merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan yang lain.
  
Kekurangan Merger
a)      Harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan.
b)      Untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham diperlukan waktu yang lama.

B.  KONSOLIDASI
Definisi Konsolidasi
Konsolidasi adalah tindakan yang dilakukan oleh dua badan usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara membantuk satu badan usaha baru. Setelah meleburkan diri menjadi satu badan usaha baru, masing-masing badan usaha yang meleburkan diri tersebut dibubarkan.

Kelebihan Konsolidasi
a)      Perusahaan-perusahaan yang melakukan konsolidasi akan memiliki kekuatan yang lebih besar untuk bersaing dengan perusahaan yang lain karena biasanya proses konsolidasi dilakukan oleh lebih dari dua perusahaan yang melebur menjadi satu.
b)      Dengan melakukan konsolidasi perusahaan yang mengalami kesulitan modal tidak harus dilikuidasi, akan tetapi masih tetap bisa bertahan meski dengan perusahaan yang baru.

Kekurangan Konsolidasi
a)      Dengan melakukan konsolidasi perusahaan yang lama akan hilang karena melebur menjadi satu.
b)      Dan untuk mengenalkan perusahaan yang baru (hasil konsolidasi) kepada masyarakat butuh waktu yang relatif lama.

C.  AKUISISI
Definisi Akuisisi
Akuisisi adalah upaya untuk memperbesar badan usaha dengan cara memiliki badan usaha lain atau memindahkan kepemilikan asal badan usaha lain, misalnya apabila terjadi pembelian saham di atas 50% oleh pihak lain.


Kelebihan Akuisisi
a)      Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham.
b)      Perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.
c)      Akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover).
d)     Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi.
  
Kekurangan Akuisisi
a)      Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.
b)      Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.
c)      Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi.
·       Tujuan penggabungan badan usaha
a.       Mengurai atau mengatur persaingan untuk perusahaan industri yang sejenis sehingga dapat dicapai titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran
b.      Menghemat biaya produksi dan penjualan, sehingga harga pokok tetap dapat dipertahankan pada alevel rendah
c.       Memperoleh kedudukan monopoli dengan jalan menghilangkan persaingan dan menguasai pasar. 

Jumat, 28 November 2014

Karang Kamulyan


Bila pada postingan sebelumnya saya telah menceritakan sedikit tentang pantai pangandaran,maka postingan kali ini saya akan kembali menceritakan sedikit objek isata di kab ciamis karang kamulyan atau ciung wanara. Ada yang tau tentang Legenda ciung wanara? Kalobelum tau coba cari tau dulu,biar lebih bisa mengimajinasikan cerita saya ini. Kalo ada kesempatan saya akan coba bercerita tentang ciung wanara, tapi gak janji ya.

Ciung wanara adalah cerita rakyat yang sangat melegenda di daerah priangan timur, seorang bayi lelaki yang di buang oleh salah satu sang raja. Yang kurang lebih gitu deh pembukaan ceritanya. Ciung wanara atau karang kamulyan adalah daerah wisata yang menawarkan perjalanan sejarah pada masa kerjaaan galuh, disini juga kita bisa menikmati udara yang sangat sejuk karena rindangnya pohon.

Kawasan wisata karang kamulyan juga anda bisa melihat monyet-monyet yang berkeliaran dengan bebas, karena itu anda harus hati-hati da tidak disarankan untuk membawa dan memberikan makanan pada monyet-monyet itu. Disini juga anda bisa melihat dan mencoba batu keberuntungan, jadi anda sebutkan niatan anda, kemudian anda coba angkat batu itu, kalo terangkat konon permintaan anda akan terkabul. Selain itu ada juga pohon keberuntungan, jadi anda haru menuju suatu lubang dipohon itu dengan mata tertutup.

Ada salah satu tempat yang diberi nama pemandian, jadi disini anda bisa merasakan sejuknya dan dinginnya air langsung dari sumbernya, konon dulunya pemandian ini adalah tempat mandi para raja dan ratu galuh beserta keturunannya. Anda juga bisa melihat peninggalan tempat sabung ayam, yang dulunya di gunakan oleh ciung wanara saat mengalahkan ayahnya sendiri pada permainan sabung ayam. Bingungkan kenapa ciung wanara bisa bertarung sama ayahnya sendiri, makanya baca cerita ciung wanara. Hhe


Ketempat wisata tidak lengkap kalo kita tidak mencoba kulinernya, disini banyak penjualkuliner jadi ga usah khawatir kelaparan anda bis mencoba es kelapa muda yang masih dalam keadaan fresh, dan anada juga bisa menikmati kuliner lainnya disini.

Bercerminlah dalam berucap


Kita sebagai manusia kadang tidak bisa mengkontrol ucapan kita, bisa saja kata-kata yang kita keluarkan menyakiti hati orang lain dan kita tidak menyadari itu. Bukan maksud untuk menasehati atau mengurui,tapi mari kita coba renungkan bersama semua kata-kata yang telah mulut kita ucapakan.

Berfikir sebelum berucap, mungkin akan lebih membuat kita terlihat baik dimata orang lain, karena orang lain akan menilai kita melalui ucapan kita. Tidak dapat di pungkiri pepatah yang mengatakan “mulutmu harimaumu” itu bisa membawa beberapa pengertian tergantung dari diri kita untuk melihatnya dari sisi mana.

Mungkin sebaiknya kita mulai untuk menjaga lisan kita, pada saat tertentu “diam itu emas” mungkin akan sangat benar keadaanya. Jangan sampai kita termakan oleh omongan kita sendiri, dan parahnya lagi kita menjilat omongan kita sendiri. Bukan tidak boleh, tapi disini kita berbicara tentang penilaian orang lain terhadapkita, dan juga tentang cerminan diri kita.

Sudah seharunya kita bercermin untuk menjaga dan melindungi lisan kita juga penilaian orang lain terhadap kita. Karena bagi orang-orang tertentu yang sangat peka terucapan kita mereka akan berpikir panjang dan mempunyai banyak persepsi tentang diri kita, bagus kalo kita dapat nilaipositif dimata meraka, tapi bagaimana kalo sebaliknya?


Jawabanya ada pada diri anda, semua kembali keanda dalam menyikapi hal ini, karena bagi anda yang mempunyai penilaian berbeda akan berbeda pendapat pula dengan konteks ini. Sekarang marilah kita untuk berpikir dalam berucap, bercermin dalam berbicara, dan bertingkah laku sesuai ucapan yang baik yang kita keluarkan.

Senin, 24 November 2014

Manajement



1.   Pengertian Manajemen
Secara Etimologis, Manajemen adalah kosa kata yang berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang belum ada kata yang mapan dan diterima secara universal sehingga pengertiaanya untuk masing-masing para ahli masih memiliki banyak perbedaan.
Secara umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi.
2.   Fungsi manajemen dan kaitan antar fungsi
Sebagaimana selama ini dikenal secara luas,bahwa fungsi-fungsi manajemen disederhanakan lagi menjadi 4 fungsi utama yaitu:
a. Planning (perencanaan)
b. Organizing (pengorganisasian)
c. Actuating (menerapkan,melaksanakan)
d. Controlling (Pengawasan)
Fungsi-fungsi dalam manajemen saling berkaitan satu dengan yang lainnya,sebab salah satu fungsi tidak dapat berdiri sendiri/berfungsi sendiri sendiri tanpa adanya fungsi manajemen lainnya.untuk mencapai tujuan yang ditetapkan/rangkaian aktivitas proses manajemen merupakan sebuah rangkaian yang saling terikat erat satu sama yang lainnya.
Aplikasi Fungsi Manajemen
a. Fungsi Perencanaan (Planning)
Fungsi perencanaan adalah sanagt penting bagi peerusahaan dimana fungsi ini akan menjadi pedoman dasar kegiatan atau fungsi-fungsi lainnya, dan perencanaan berperan sebagai acuan bagi segenap tindakan dalam merealisasikan tujuan-tujuan.
b. Fungsi Pengorganisasian (organizing)
Fungsi pengorganisasian dapat diartikan sebagai “how to organize works” atau bagaimana mengatur,memilah-milah sejumlah beesaran pekerjaan menurutbidan-bidangnya menjadi suatu kesatuan kerja. Ini berarti melakukan pengelompokkan tugas dan menciptakan wadahnya.
c. Fungsi melaksanakan (Actuating)
Setelah rencana-rencana selesai dibuat,struktur organisasi terbentuk dan pengisian personilnya selesai dilakukan (direkrut dan dilatih),langkah berikutnya adalah menetapkan atau melaksanakan bagaimana agar arah atau langkah organisasi bergerak menuju arah yang telah ditetapkan.
d. Fungsi pengawasan (controlling)
Melalui funsi pengawasan,diharapkan dapat menjaga agar jalannya organisasi selalu berada di dalam jalur yang benar sehingga dengan demikian, kemungkinan terjadinya penyimpangan atas proses dan sasran yang telah ditetapkan,secara dini dapat dihindari/diatasi.
3.   Tindakan dan Peran Manajer 

  • Tindakan

A. Peranan antar pribadi
1. Peranan sebagai tokoh (melaksanakan kegiatan-kegiatan seremonial dan social, sebagai wakil organisasi yang bersangkutan)
2. Peranan sebagai pemimpin
3. Peranan sebagai penghubung (The Liason Role) terutama dengan pihak luar.
B. Peranan Informasional
1. Peranan sebagai pihak penerima (menerima informasi tentang pengoprasian sebuah perusahaan)
2. Peranan sebagai penyebar berita atau informasi (menyampaikan informasi kepada pihak bawahan)
3. Peranan sebagai juru bicara (meneruskan informasi kepada pihak yang berada di luar organisasi yang     bersangkutan)
C. Peranan Keputusan
1. Peranan sebagai wirausahawan.
2. Peranan yang mengatasi gangguan-gangguan
3. Peranan sebagai pihak yang mengalokasikan sumber-sumber daya.
4. Peranan sebagai perantara (menghadapi berbagai macam orang dan kelompok-kelompok orang)

  • Peran

1.                Technical Skills (Keterampilan Teknis)
Adalah kemampuan untuk mengapli-kasikan pengetahuan, metoda, atau teknik spesifik dalam bidang spesialisasi tertentu. Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan melakukan aktivitas pekerjaan yang berhubungan dengan bidang khusus atau pekerjaan tertentu.
Keterampilan Teknis biasanya lebih banyak berhubungan dengan keahlian tangan atau fisik lainnya, namun ada juga beberapa keahlian non-fisik yang bersifat teknis, seperti keahlian teknis bagi seorang akuntan dan salesman. Berikut ini adalah beberapa contoh keterampilan teknis :
2. Conceptual Skills (Keterampilan Konseptual)
Adalah kemampuan untuk memandang dan memahami suatu persoalan, suatu issue atau organisasi secara keseluruhan dan mengordinasikan serta memadukan semua bagian-bagiannya yang saling terkait untuk kepentingan atau kegiatan organisasi.
Keterampilan ini merupakan pemahaman dan kecakapan dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial, meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pendelega-sian, pengontrolan, evaluasi dan pemecahan masalah, dsb.
3. Soft Skills (Keterampilan Non-Teknis)
Merupakan keterampilan mengelola diri sendiri dan bersosialisasi dengan orang lain yang didasarkan pada nilai-nilai yang dianut dalam kehidupan seseorang, termasuk didalamnya tentang pola pikir (mindset), sistem kepercayaan (belief system), kematangan emosi (emotional maturity) dan kepercayaan diri (self confidence) seseorang.
Soft-skill bersifat intangible, kecakapannya tidak bisa diukur tapi pengaruhnya dapat dirasakan, dan kadar kualitasnya bisa disadari atau tidak disadari oleh seseorang.
Belajar mengemudikan mobil adalah keterampilan teknis dan cara kita bereaksi ketika ada orang melintas atau menyebrang di depan mobil saat mengemudi, adalah keterampilan soft-skill. Apakah kita akan menabrak orang yang melintas itu, atau mendampratnya dengan kata-kata kasar, atau kita mengerem-nya secara mendadak tanpa melihat situasi di belakang, tergantung seberapa baik kemampuan soft-skill kita.
4. Perbedaan Rencana Strategi dan rencana taktis
·         Perencanaan Strategis ( Strategic Planning ) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana
·         Perencanaan taktis adalah keterlibatan terus- menerus para manajer dan karyawan inti
untuk menghasilkan rencana bagi keseluruhan organisasi maupun unit-unit individual
mereka. Tujuannya adalah memastikan bahwa performa organisasional untuk membuahkan
hasil jangka pendek konsisten dengan arah strategis organisasi serta memanfaatkan
sumber-sumber yang tersedia seefektif mungkin.
5.   Macam-macam Gaya Kepemimpinan
Menurut Robbins:
1. Gaya kepemimpinan Kharismatik.
Adalah gaya kepemimpinan yang memicu para pengikutnya dengan memperlihatkan kemampuan heroik atau luar biasa ketika mereka mengamati perilaku tertentu pemimpin mereka.
2. Gaya kepemimpinan transaksional.
Yaitu gaya kepemimpinan yang memandu atau memotivasi para pengikutnya menuju ke sasaran yang ditetapkan dengan memperjelas persyaratan peran dan tugas.
3. Gaya kepemimpinan transformasional.
Ialah gaya kepemimpinan yang menginspirasi para pengikut untuk melampaui kepentingan pribadi mereka dan mampu membawa dampak yang mendalam dan luar biasa pada pribadi para pengikut.
4. Gaya kepemimpinan visioner.
Merupakan gaya kepemimpinan yang mampu menciptakan dan mengartikulasikan visi yang realistis, kredibel, dan menarik mengenai massa depan organisasi atau unit organisasi yang tengah tumbuh dan membaik.

Menurut Hersey dan Blanchard: 
1. Mengatakan (Telling), pemimpin mendefinikan peranan-peranan yang dibutuhkan untuk melakukan tugas dan mengatakan pada pengikutnya apa, dimana, bagaimana, dan kapan untuk melakukan tugas-tugasnya.
2. Menjual (Selling), pemimpin menyediakan instruksi-instruksi terstruktur bagi pengikutnya, tetapi juga suportif.
3. Berpartisipasi (Participating), pemimpin dan pengikut saling berbagi dalam keputusan-keputusan mengenai bagaimana yang paling baik untuk menyelesaikan tugas dengan kualitas tinggi.
4. Mendelegasikan (Delegating), pemimpin menyediakan sedikit pengarahan secara seksama , spesifik atau dukungan pribadi terhadap pengikut-pengikutnya.

Menurut Ralph White dan Ronald Lippitt:
1. Otoriter
a. Semua determinasi “policy” dilakukan oleh pimpinan.
b. Teknik-teknik dan langkah-langkah aktivitas ditentukan oleh pejabat satu per satu, hingga langkah-langkah mendatang senantiasa tidak pasti.
c. Pemimpin biasanya mendikte tugas pekerjaan khusus dan teman sekerja setiap anggota.
d. “Dominator” cenderung bersikap pribadi dalam pujian dan kritik pekerjaan setiap anggota; ia tidak turut serta dalam partisipasi kelompok secara aktif kecuali apabila ia memberikan demonstrasi.
2. Demokratis  
a. Semua “policies” merupakan bahan pembahasan kelompok dan keputusan kelompok yang dirangsang dan dibantu oleh pemimpin.
b. Perspektif aktivitas dicapai selama diskusi berlangsung. Dilukiskan langkah-langkah umum ke arah tujuan kelompok dan apabila diperlukan nasihat teknis, maka pemimpin menyarankan dua atau lebih banyak prosedur-prosedur alternatif yang dapat dipilih.
c. Para anggota bebas untuk bekerja dengan siapa yang mereka kehendaki dan pembagian tugas diserahkan pada kelompok.
d. Pemimpin bersifat objektif dalam pujian dan kritiknya dan ia berusaha untuk menjadi anggota kelompok secara mental, tanpa terlalu banyak melakukan pekerjaan tersebut.
3. Laissez-Faire
a. Kebebasan lengkap untuk keputusan kelompok atau individual dengan minimum partisipasi pemimpin.
b. Macam-macam bahan disediakan oleh pemimpin, ia akan menyediakan keterangan apabila ada permintaan. Ia tidak turut mengambil bagian dalam diskusi kelompok.
c. Pemimpin tidak berpartisipasi sama sekali.
d. Komentar spontan yang tidak frekuen atas aktivitas-aktivitas anggota dan ia tidak berusaha sama sekali untuk menilai atau mengatur kejadian-kejadian.