Minggu, 28 September 2014

Pendelegasian wewenang Manajemen


PENGANTAR MANAJEMEN
PENDELEGASIAN WEWENANG

1.       Pengertian pendelegasian wewenang
Yang dimaksud dengan delegasi adalah penyerahan wewenang,  tugas, ataupun tanggung jawab. Jadi yang dimaksud dengan pendelegasian wewenang adalah suatu proses serah terima tugas, atau tanggung jawab dalam sebuah perusahaan atau organisasi dari atasan terhadap bahawan. Pendelegasian dilakukan dengan cara membagi tugas, kewenangan, hak, tanggung jawab, kewajiban, serta pertanggungjawaban, yang ditetapkan dalam suatu penjabaran/deskripsi tugas formil dalam organisasi.
Berikut pengertian delegasi menurut para pakar ahli:
·        Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator kepada delegate untuk dikerjakannya atasnama delegator.
      ·        Raplh C. Davis
Pendelegasian wewenang hanyalah tahapan dari suatu proses ketika kita menyerahkan wewenang, berfungsi melepaskan kedudukan dengan melaksanakan pertanggung jawaban.
2.      Manfaat pendelegasian wewenang
a.       Memungkin bahawan yang menerima delegasi dari atasannya mempelajari sesuatu baru dan dan memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baru tersebut.
b.      Dapat menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih baik dalam berbagai aspek yag berhubungan dengan perusahaan/organisasi.
c.       Pekerjaan akan selesai dengan cepat apabila proses pendelegasian diberikan kepaada orang yang tepat dan bertanggung jawab, dan menjalankan tugas sebagai mana mestinya.
3.      Alasan yang mendasari pendelegasian wewenang:
a.       Seorang pemimpin hanya dapat bekerja bersama dan atau melalui orang lain, itulah yang mendasari pendelegasian.
b.      Agar setiap individu dapat bekerja dengan normal, atau sesuai dengan keahliannya maka seorang pemimpin akan memberikan tugas, wewenang, hak dan tanggung jawab kepada individu tersebut.
c.       Suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa ada pimpinan utama, jika masing-masing individu sudah memdapatkan delegasi dari pimpinan organisasi
d.      Sebagai tuntutan dari pimpinan kepada bawahan terkait hasil kerja yang memuaskan sebagaimana yang di haapkan oleh pimpinan organisasi tersebut.
e.       Sebagai tuntutan dari atas kepad bawahan sesuai dengan tugas yang telah di berikan kepada masing-masing individu.
f.       Hal yang mendasari pendelegasian yang terekhir adalah sebagai bukti bahwa adanya atasan/pimpinan dan bawahan dalam suatu organisasi.
4.      Sifat delegasi
1.      Fleksibel
Artinya pendelegasian dalam setiap organisasi itu berbeda, di susaikan dengan keadaan organisasi tersebut.
2.      Mengikat
Artinya pendelegasian tidak bisa dipindahkan dari satu tugas ke tugas yang lain dalam suatu organisasi karenapendelagasian hanya bisa dilakukan satu tugas saja demi tercapainya tujuan yang diinginkan dengan baik
5.      Sikap pemimpin tehadap delagasi
a.       Setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas pendelegasian yang diberikan kepada bawahan.
b.      Pemimpin harus selalu memberikan evaluasi kepada bawahan yang diberikan delegasi.
c.       Objektif dalam memebrikan delegasi kepada bawahan sesuai dengan kemampan bawahannya, karena akan menentukan sukses atau gagalnya tugas tersebut.
adapun sikap negatif pemimpin terhadap pendelegasian wewenang antara lain:
a.       Terkadang pemimpin tidak mendelegasiakan karena dia takut/kurang percaya terhadap bawahan.
b.      Pemimpin mendelegasikan semua tugas kepada bawahannya kerna dia ingin membebaskan diri dari tugas tersebut.
c.       Pemimpin meleksanakn tugas dan wewenang sendiri karena ingin mendapatkan hasil seperti yang dia inginkan.
6.      Asas-asas pendelegasian.
1.      Asas kepercayann
Pemimpin akan memberikan sebagian wewenangnya kepada bawahannya apabila bawahannya dapat dipercaya. Kepercayaan harus didasarkan atas pertimbangan yang objektif sesuai sesuai dengan kemampuan bawahan.

2.      Asas tujuan yang diharapakan
Dalam pemberian wewenang pemimpin harus memperhatikan kemampuan bawahannya, agar hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan.
3.      Asas sesuai fungsi dan kejelasan tugas
Seorang pemimpin dalam memberikan tugas harus seuai dengan tugas bawahannya dan diserati dengan kejelasan tugas yang diberikan agar memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan bersama.
4.      Asas rantai berkala
Setiap tugas dan wewenang yang diberikan harus sesuai dengan posisi dan jabatan anggota organisasi.
5.      Asas efisiensi
Sesuai dengan asas ini, maka pimpinan akan lebih leluasa melaksanakan tugas pentingnya dari pada melakukan tugasyang bisa dilakukan oleh bawahnnya.
6.      Asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
Asas ini mengharuskan pemberian wewenang di imbangi dengan tanggung jawab, karena jika tidakseimbang akan mengakibatkan kemandekan tugas yang diberikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar